Review Artikel Ilmiah
Review Jurnal Artikel Ilmiah
Penulis : Septhea Pradina Mustofa, Endar S. Wihidayat, Puspanda Hatta
Program Studi : Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret
Tahun Terbit : 2018
Vol. 2, No. 1, Juni 2018
ISSN : 2549-0389
ISSN : 2549-0389
[K3519028] Eric Tanaga Rifky, Mahasiswa, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
A. Latar Belakang
Artikel Can the Use of Video Learning Increase Student’s Interest in Traditional Music? ini dilatarbelakangi oleh pengamatan terhadap proses pembelajaran siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Sawit Boyolali yang menunjukkan perbedaan hasil dalam minat pembelajaran anak dalam musik tradisional berupa Gamelan melalui buku pelajaran dan video. Dari 358 siswa yang ada, diambil 182 siswa sebagai sampel pada pengamatan ini. Siswa dibagi ke dalam dua kelas, kelas eksperimen dan kelas kontrol. pada kelas eksperimen diberikan pembelajaran dengan media berupa video sebagai pengantar materi pelajaran musik tradisional Gamelan, sedangkan pada kelas kontrol media pembelajaran berupa buku pelajaran biasa (buku teks). Kemudian siswa diberikan tes dua kali, pre-test dan post-test. Siswa kemudian mempelajari musik Gamelan melalui kedua media belajar tersebut pada kelasnya masing-masing. setelah itu siswa diminta mengisi kuesioner untuk mengukur minat siswa terhadap musik gamelan.
Hasil dari pengamatan tersebut berupa minat siswa pada musik tradisional gamelan meningkat. namun terdapat perbedaan hasil pada kedua kelas, Untuk pre-test, skor terendah untuk kelas eksperiment adalah 68, dibandingkan dengan 84 untuk kelas kontrol. Namun untuk skor
maksimum adalah 136 untuk kelas eksperimen dibandingkan dengan 140 untuk kelas kontrol. Untuk kelas kontrol didapati 111,7 untuk rata-rata atau 74,6%, dan untuk kelas eksperiment, didapati 115,14, atau 76,76%. untuk post-test, kita dapat melihat, tingkat minat meningkat menjadi 77,58% untuk kelas kontrol, dan 83,76% untuk kelas eksperimen. Dari hasil ini, kedua media meningkatkan tingkat minat siswa, tetapi untuk kelas eksperimen, atau kelas dengan video, menghasilkan angka yang lebih tinggi.
Dari hasil pengamatan tersebut penulis mendapati dalam memberikan materi ke pelajar saat ini perlu ada perubahan cara mengajar, karena saat ini video sebagai media pembelajaran mampu meberikan hasil yang lebih efektif dalam meningkatkan minat dan pemahaman pelajar dalam menyerap materi yang ada di bangku pendidikan. Buku teks mungkin tetap diperlukan sebagai referensi sedangkan video sebagai pendampin materi agar dalam pembelajaran lebih interaktif.
B. Tujuan Artikel Ilmiah
Tujuan artikel ilmiah Can the Use of Video Learning Increase Student’s Interest in Traditional Music? ini adalah mengamati perkembangan minat siswa SMK Sawit Boyolali dalam mempelajari musik tradisional gamelan dengan membandingkan proses pembelajarannya melalui tes yang diuji dua kali pada dua kelas yang berbeda metode pembelajarannya, yaitu dengan buku teks dan video.
C. Pembahasan
Video sebagai produk dari Multimedia merupakan media komunikasi berupa rekaman kamera atau animasi digital yang diolah dari komputer. Karena merupakan media komunikasi maka penggunaannya atau penerapannya fleksibel, sebagai sarana informasi, edukasi atau sekedar hiburan. karena berupa audio-visual maka apa yang disajikan video tentu lebih interaktif, selain karena berupa gambar bergerak juga karena lebih dinamis daripada sekedar tulisan ataupun gambar yang biasanya disajikan pada buku, atau audio rekaman yang hanya bisa didengarkan. Media yang digunakan untuk menikmati video saat ini pun sangat mudah diakses, internet sebagai jaringan komunikasi terluas saat ini juga memiliki banyak layanan streaming video seperti YouTube, Netflix (layanan streaming film), dan lain sebagainya. Dalam bidang pendidikan, video mampu memberikan konten edukasi yang interaktif dan mudah dinikmati. Chen (2012) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa video tematik interaktif dapat mempromosikan siswa menjadi lebih banyak terlibat, memperoleh lebih banyak informasi, dan mengingat lebih banyak ide.
D. Kesimpulan
Penggunaan video pembelajaran pada materi pelajaran musik tradisional mampu meningkatkan minat siswa dalam mempelajari musik tradisional lebih tinggi daripada siswa yang mempelajari musik tradisional dengan media belajar berupa buku teks. Ditunjukkan dari rata-rata hasil pre-test kelas eksperiment yang menggunakan video mendapatkan 76.76% sedangkan pada kelas kontrol yang menggunakan buku teks mendapatkan rata-rata 74.6%. dan hasil post-test berupa kelas eksperiment meningkat menjadi 83.76% sedangka kelas kontrol juga meningkat namun rata-ratanya 77.58%. yang artinya video pembelajaran mampu memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan minat siswa dalam belajar.
Artikel Can the Use of Video Learning Increase Student’s Interest in Traditional Music? ini dilatarbelakangi oleh pengamatan terhadap proses pembelajaran siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Sawit Boyolali yang menunjukkan perbedaan hasil dalam minat pembelajaran anak dalam musik tradisional berupa Gamelan melalui buku pelajaran dan video. Dari 358 siswa yang ada, diambil 182 siswa sebagai sampel pada pengamatan ini. Siswa dibagi ke dalam dua kelas, kelas eksperimen dan kelas kontrol. pada kelas eksperimen diberikan pembelajaran dengan media berupa video sebagai pengantar materi pelajaran musik tradisional Gamelan, sedangkan pada kelas kontrol media pembelajaran berupa buku pelajaran biasa (buku teks). Kemudian siswa diberikan tes dua kali, pre-test dan post-test. Siswa kemudian mempelajari musik Gamelan melalui kedua media belajar tersebut pada kelasnya masing-masing. setelah itu siswa diminta mengisi kuesioner untuk mengukur minat siswa terhadap musik gamelan.
Hasil dari pengamatan tersebut berupa minat siswa pada musik tradisional gamelan meningkat. namun terdapat perbedaan hasil pada kedua kelas, Untuk pre-test, skor terendah untuk kelas eksperiment adalah 68, dibandingkan dengan 84 untuk kelas kontrol. Namun untuk skor
maksimum adalah 136 untuk kelas eksperimen dibandingkan dengan 140 untuk kelas kontrol. Untuk kelas kontrol didapati 111,7 untuk rata-rata atau 74,6%, dan untuk kelas eksperiment, didapati 115,14, atau 76,76%. untuk post-test, kita dapat melihat, tingkat minat meningkat menjadi 77,58% untuk kelas kontrol, dan 83,76% untuk kelas eksperimen. Dari hasil ini, kedua media meningkatkan tingkat minat siswa, tetapi untuk kelas eksperimen, atau kelas dengan video, menghasilkan angka yang lebih tinggi.
Dari hasil pengamatan tersebut penulis mendapati dalam memberikan materi ke pelajar saat ini perlu ada perubahan cara mengajar, karena saat ini video sebagai media pembelajaran mampu meberikan hasil yang lebih efektif dalam meningkatkan minat dan pemahaman pelajar dalam menyerap materi yang ada di bangku pendidikan. Buku teks mungkin tetap diperlukan sebagai referensi sedangkan video sebagai pendampin materi agar dalam pembelajaran lebih interaktif.
B. Tujuan Artikel Ilmiah
Tujuan artikel ilmiah Can the Use of Video Learning Increase Student’s Interest in Traditional Music? ini adalah mengamati perkembangan minat siswa SMK Sawit Boyolali dalam mempelajari musik tradisional gamelan dengan membandingkan proses pembelajarannya melalui tes yang diuji dua kali pada dua kelas yang berbeda metode pembelajarannya, yaitu dengan buku teks dan video.
C. Pembahasan
Video sebagai produk dari Multimedia merupakan media komunikasi berupa rekaman kamera atau animasi digital yang diolah dari komputer. Karena merupakan media komunikasi maka penggunaannya atau penerapannya fleksibel, sebagai sarana informasi, edukasi atau sekedar hiburan. karena berupa audio-visual maka apa yang disajikan video tentu lebih interaktif, selain karena berupa gambar bergerak juga karena lebih dinamis daripada sekedar tulisan ataupun gambar yang biasanya disajikan pada buku, atau audio rekaman yang hanya bisa didengarkan. Media yang digunakan untuk menikmati video saat ini pun sangat mudah diakses, internet sebagai jaringan komunikasi terluas saat ini juga memiliki banyak layanan streaming video seperti YouTube, Netflix (layanan streaming film), dan lain sebagainya. Dalam bidang pendidikan, video mampu memberikan konten edukasi yang interaktif dan mudah dinikmati. Chen (2012) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa video tematik interaktif dapat mempromosikan siswa menjadi lebih banyak terlibat, memperoleh lebih banyak informasi, dan mengingat lebih banyak ide.
D. Kesimpulan
Penggunaan video pembelajaran pada materi pelajaran musik tradisional mampu meningkatkan minat siswa dalam mempelajari musik tradisional lebih tinggi daripada siswa yang mempelajari musik tradisional dengan media belajar berupa buku teks. Ditunjukkan dari rata-rata hasil pre-test kelas eksperiment yang menggunakan video mendapatkan 76.76% sedangkan pada kelas kontrol yang menggunakan buku teks mendapatkan rata-rata 74.6%. dan hasil post-test berupa kelas eksperiment meningkat menjadi 83.76% sedangka kelas kontrol juga meningkat namun rata-ratanya 77.58%. yang artinya video pembelajaran mampu memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan minat siswa dalam belajar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar